• Danrem 151/Binaiya Pimpin Upacara Awal Bulan Mei

  • Korem 151/Binaiya Laksanakan Lari Jalan

Tak Berkategori

now browsing by category

 
Posted by: | Posted on: April 26, 2018

Satgas Opster Memberikan Penyuluhan Balatkom

Satuan Tugas (Satgas) Operasi Teritorial (Opster) “Kalwedo” Kodam XVI/Pattimura TA. 2018 memberikan penyuluhan tentang Bahaya Laten Komunis (Balatkom) kepada masyarakat di Balai Desa, Dusun Oirata Barat Kecamatan Pulau-pulau Terselatan, Rabu (25/04.

Sekitar 60 orang masyarakat mendapat kan penyuluhan tentang bahayanya kelompok komunis yang merupakan ancaman terbesar di Negara kita sekarang ini, itu di tunjukan dengan adanya buku yang berjudul “Saya bangga menjadi anak PKI” serta lambang-lambang PKI yg beredar luas di Medsos.

Dalam penyuluhan ini Kapten Inf Dede Ruhiat Memberikan materi bahwa keadaan situasi globalisasi yang modern sekarang ini Indonesia dalam keadaan aman, tetapi kita jangan terlena dengan situasi Negara Indonesia sekarang yang aman karena di balik itu bahaya laten Komunis sedang mengintai Bangsa ini.

Apabila masyarakat Oirata Barat melihat maupun mendengar terkait dengan komunis diharapkan segera laporkan kepada Pihak keamanan TNI maupun Polri sehingga dengan adanya laporan kejadian tersebut dapat diatasi secepatnya.

Dengan adanya penyuluhan ini masyarakat saling menjaga Bangsa ini dari bahaya laten komunis dengan cara saling mengingatkan satu sama lain serta jangan mudah terprovokasi oleh Oknum-oknum yang mengarah ke ajaran komunis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut
Kapten Inf Dede Ruhiat, Lettu Inf Agung Prabowo dan Kades OirataBarat, Bpk. Carli wildelin.

Posted by: | Posted on: April 24, 2018

Perkembangan Tanaman Hasil Bios 44

Perkembangan hasil tanaman yang di berikan Bios 44 mulai terlihat hasilnya dengan menggunakan aplikasi BIOS yang disosialisasikan oleh Satgas Opster TNI Kalwedo Kodam XVI/Pattimura. Masyarakat Pulau Kisar mulai merasakan perubahan ke arah lebih baik pada Pohon Jeruk yang dimilikinya, yang sangat diandalkan oleh masyarakat Pulau Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Selasa (24/04).
Sejak tiga tahun terakhir, banyak pohon jeruk Kisar mengalami mati kering karena adanya hama/penyakit, sehingga jeruk Kisar mengalami penurunan, dan berakibat pada penurunan pendapatan masyarakat pulau Kisar mulai menurun.
Pada tahun 2017 akhir, Dinas pertanian menyarankan agar semua pohon Jeruk Kisar harus dimusnahkan sampai ke akarnya, dan harus diganti dengan bibit jeruk Kisar yang baru
yang akan didatangkan.
Namun beberapa penduduk tetap mempertahankan pohon jeruk yang rata-rata hampir mati, dan mencoba aplikasi BIOS yang disosialisasikan oleh Satgas Opster TNI Kalwedo Kodam XVI/Pattimura.
Bios 44 merupakan bahan berbentuk cairan yang dikembangkan oleh Korem 044/Gapo, Kodam II/Sriwijaya dan telah mendapatkan hak paten dari Kementerian Hukum dan Ham atas penemuan tersebut. Penemuan Bios 44 awalnya adalah untuk mencegah kebakaran pada lahan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, selanjutnya berkembang menjadi pengurai tanah tandus menjadi subur. Kini Bios 44 sudah berkembang untuk pembudidayaan ikan dan pertanian. Bios 44 diperkenalkan kepada Prajurit Kodam XVI/Pattimura diawal tahun 2018 dengan melaksanakan pelatihan yang bertempat di Mako Yonif 731/Kabaresi.
Setelah Mencoba BIOS 44 masyarakat Pulau Kisar mulai merasakan perubahan ke arah lebih baik pada pohon jeruk yang dimilikinya dalam kurun waktu hanya 14 hari.
Sehingga dengan solusi tersebut diharapkan dapat mengatasi kesulitan rakyat selama ini di Pulau Kisar, dan dapat mengembalikan kejayaan jeruk kisar yang hampir punah.

Posted by: | Posted on: April 24, 2018

Kegiatan Baksos Kesehatan Dalam Rangka Opster TNI “Kalwedo” TA.2018

Bakti sosial (Baksos) kesehatan yang di selenggarakan dalam rangka Satuan Tugas (Satgas) Operasi Teritorial (Opster) Kodam XVI/Pattimura bekerja sama dengan PT. Jasa Rahraja, Bank BRI dan Indosiar di Balai Dusun Lebelau, Desa Lebelau, Kecamatan, Kisar Utara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Selasa (24/04).
Kegiatan bakti sosial kesehatan ini meliputi pengobatan berupa pengobatan umum dan pengobatan gigi, dalam kegiatan ini sekitar 103 orang telah melaksanakan pengobatan umum dan 16 orang telah selesai pengobatan atau pun cabut gigi.
Baksos ini dilaksanakan selama dua hari untuk hari pertama di laksankan pagi hari tadi dan untuk hari ke dua pukul 09:00 WIT akan dilaksanakan kegiatan baksos kesehatan di Koramil 1507-05 Wonreli Desa Kota Lama Kecamatan Pulau-pulau Terselatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Mayor Inf Bahri, Mayor CKM Joko, Mayor CKM Bambang, Lettu CKM Haris, Letda CKM Enos, Danramil Kisar Kapten Inf Andalais Ohorella, Kapus Kisar Utara, Bpk. Oyang Maupula, Dr. Suzan beserta pegawai Pukesmas Kisar Utara.

Posted by: | Posted on: April 24, 2018

Bumi Yotowawa Menyimpan Banyak Situs Sejarah dan Destinasi Wisata

Semilir angin bertiup perlahan membelai kulit para ksatria Negara yang tanpa lelah menelusuri berbagai warisan leluhur dan ciptaan Yang Maha Kuasa demi mengangkat kembali kejayaan di masa lalu. Lantunan lagu Kalwedo berkumandang, mengguncang jiwa siapa saja yang mendengarkan, bercerita tentang leluhur dan keindahan alam Bumi Yotowawa.

Pulau Kisar yang biasa masyarakat lokal disebut Bumi Yotowawa secara letak Geografis berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia di wilayah Timur. Kisar adalah sebuah Pulau yang memiliki dua Kecamatan yakni Kecamatan Kisar Utara dan Kecamatan Pulau-pulau Terselatan dan memiliki Sembilan Desa dan masuk dalam Wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Pulau Kisar ternyata memiliki keistimewaan tersendiri dalam situs sejarahnya, dari hasil Liputan Tim Penerangan Korem 151/Binaiya dijelaskan bahwa di Pulau Kisar banyak sekali menyimpan situs sejarah dan obyek wisata yang belum banyak diketahui oleh khalayak umum. Hal tersebutlah yang menggugah hati Komandan Korem 151/Binaiya, Kolonel Inf Christian K. Tehuteru untuk memperkenalkan berbagai macam kekayaan dan warisan Nenek Moyang Masyarakat Pulau Kisar kepada dunia luar.

Adapun Situs tersebut antara lain Gua Purba yang di dalamnya terdapat lukisan alami yang tergambar sejak ribuan tahun yang lalu yang dipercaya hasil karya leluhur Pulau Kisar. Selanjutnya Gereja Tua yang sudah ada sejak zaman VOC sebagai sarana ibadah para Tentara Belanda, Benteng Tua sebagai pertahanan pertama memasuki wilayah perairan Maluku yang dibangun oleh VOC, ini menandakan bahwa Pulau kisar jaman duhulu merupakan Pulau yang sangat penting untuk dipertahankan sebelum memasuki wilayah perairan Maluku yang pada jaman duhulu merupakan penghasil rempah-rempah terbesar.

Selain peninggalan VOC, Pulau Kisarpun memiliki peninggalan sejarah dari leluhur mereka berupa Rumah Tua Adat Raja Wonreli, Negeri lama yang dahulu kala adalah suatu Kampung (Negeri) tempat tinggal suku atau para leluhur yang pertama kali hidup di Pulau Kisar dimana disana bukti sejarah ditunjukkan dengan bangunan berbentuk batu yang yang tersesun rapih dan masih utuh sampai dengan sekarang , Bukit Meditasi adalah salah satu destinasi wisata religi yang berada tepat diatas Pantai Kiasar atau masyarakat setempat menyebutnya Ko’momour.

Pulau Kisarpun ternyata menyimpan tempat yang layak dijadikan obyek wisata yang sangat indah yang patut dikunjungi antara lain, Pantai Nama, Pantai Jawalang, Pantai Kiasar, Pantai Uhum, Pantai Moidauw, dan juga tak ketinggalan adalah Obyek Wisata Gembala Domba yang merupakan ciri khas Pulau Kisar, yang konon katanya Domba tersebut dibawa langsung dari Israel, hal tersebut karena domba Kisar memiliki bentuk dan bulu yang sama persis seperti yang ada di Israel. Binatang yang satu ini pada jaman dahulu sering digunakan dalam upacara penyembahan adat masyarakat Desa Oirata Barat sebagai bentuk ucapan syukur kepada sang pemberi berkat. Hewan ini merupakan salah satu hewan endemis di Kisar Oirata, ia mampu beradaptasi dengan lingkungan, kala musim kemarau hewan ini mampu memakan rerumputan kering dan juga kulit batang pohon. Daging domba kisar ini sangat lezat dan nikmat jika dibuatkan sate dan gulai.

Tak ketinggalan di Pulau Kisar juga terdapat salah satu ciri khas penghasil Gula Merah Asli dari Pohon Koli dan Tenun asli khas Pulau Kisar yang keseluruhannya adalah destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Terlebih untuk Pantai-pantainya menyimpan Spot Sunrise yang berada di Pantai Jawalang dan Sunset yang berada di Pantai Nama.

Ada satu keunikan yang dijumpai oleh Tim Penrem, bahwa Pulau Kisar merupakan salah satu wilayah yang memproduksi minuman khas Maluku, yaitu Sopi, yg terbuat dari pohon Lontar. Pohon tersebut sangat banyak dijumpai di Pulau tersebut. Walaupun masyarakat banyak yang memproduksi minuman tersebut namun minuman tersebut tidak untuk dikonsumsi sembarangan. Minum sopi di Pulau Kisar dapat dikonsumsi berbarengan dengan acara adat atau untuk acara penyambutan pejabat penting. Kuatnya hukum serta denda/sanksi adat di pulau tersebut yang sangat keras, mampu membuat masyarakat tidak berani untuk melakukan pelanggaran sekecil apapun, sehingga boleh dikatakan angka kriminalitas di Pulau Kisar tidak ada.

Untuk dapat mencapai Pulau Kisar, para Wisatawan dapat menempuh perjalanan melalui laut maupun transportasi udara melalui Pulau Ambon maupun Pulau Kupang.

Sertu Taufiq, Penrem 151/Binaiya.

Posted by: | Posted on: April 23, 2018

Kegiatan Nonfisik TMMD Ke-101 Kodim 1507/Saumlaki

Tentara manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-101 Kodim Saumlaiki memberikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Bela negara dan melaksanakan penghijauan yang melibatkan masyarakat dengan cara menanam bibit pohon di Desa Batu Putih KecamatanWermaktian, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Senin (23/04).

Dalam kegiatan Bela Negara Ini adalah wujud kepedulian satgas TMMD terhadap masyarakat, sehingga masyarakat tau cara menghadapi berbagai ancaman dan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara kepada setiap warga negara, demi terwujudnya kesadaran bela negara yang dapat mendukung sistem pertahanan keamanan negara yang bersifat semesta. Selain itu penanaman pohon tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian di bidang lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat setempat, dengan melestarikan lingkungan hidup.

Sehingga dengan adanya Wasbang dan penanaman pohon diharapkan masyarakat tau bagaimana pentingnya menjaga lingkungan dan pentingnya pemahaman tentang Pancasila supaya kehidupan selalu dengan ke adaan aman.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.