• Danrem 151/Binaiya Pimpin Korps Raport Penerimaan Prajurit Baru

  • Danrem 151/Binaiya Peduli Masyarakat Adat Suku Mause Ane

Archives

now browsing by author

 
Posted by: | Posted on: November 14, 2018

Asah Kemampuan, Seluruh Prajurit Korem 151/Binaiya Latihan Menembak TW IV

 Seluruh Prajurit Korem 151/Binaiya hari ini mengikuti latihan menembak guna mengasah dan meningkatkan kemampuan menembak Senjata Ringan dan Pistol pada Triwulan IV TA. 2018 bertempat di Lapangan Tembak Yonif 733/Masariku, Waeheru, Ambon, Rabu (14/11).

Sebelum dilaksanakan latihan, diawali dengan apel pengecekan anggota oleh Komandan Kompi Markas (Dankima) Korem 151/Binaiya, Kapten (Inf) I Dewa Agung.

Dankima selaku Komandan Latihan Menembak, menekankan kepada koordinator menembak dan seluruh anggota untuk mentaati prosedur dalam menembak, lebih khusus mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan kegiatan latihan terlebih lagi latihan menembak.

“Saya harapkan kepada tiap- tiap kordinator menembak, baik koordinator menembak pistol maupun senjata ringan agar petugas ditiap-tiap pos untuk melaksanakan pengecekan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Lebih lanjut ditekankan kepada seluruh prajurit yang akan melaksanakan menembak agar mentaati semua aturan dan kententuan selama pelaksanaan menambak.Para prajurit yang mengikuti latihan menembak, tidak boleh melakukan kegiatan diluar perintah dari koordinator latihan, ataupun pendukung latihan.

 

Posted by: | Posted on: November 14, 2018

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman Tutup TMMD ke-103 di Bondowoso

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman menutup secara resmi TMMD ke-103 di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Usai bertemu dengan para tokoh agama dan masyarakat pada malam harinya di pendopo Kabupaten, paginya Wakasad  bertindak selaku Irup Upacara Penutupan TMMD ke 103 di alun-alun Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (13/11/2018)

Pada kesempatan tersebut, Wakasad membacakan amanat tertulis dari Kasad Jenderal TNI Mulyono dihadapan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Lukman Hasyim, S.T., M.Si (Han), beberapa pejabat teras Makodam V/Brawijaya, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Kapolres Bondowoso AKBP Ferbriansyah, dan pejabat Pemda Bondowoso lainnya.

Melalui amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Wakasad, Kasad Jenderal TNI Mulyono mengatakan bahwa jika di setiap berlangsungnya kegiatan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), semua pihak dapat menyaksikan langsung semangat kebersamaan dan gotong-royong dari seluruh anggota TNI/TNI AD, Polri, dan masyarakat dari berbagai kalangan.

“Inilah yang menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen bangsa yang memiliki visi dan misi yang sama, khususnya dalam mengatasi setiap problem pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Kasad dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Letjen TNI Tatang Sulaiman tersebut, Selasa (13/11/2018).

Semangat kebersamaan yang dimaksud tersebut merupakan hakikat dari Kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Untuk itu, Letjen Tatang Sulaiman menghimbau kepada seluruh pihak, untuk memelihara sekaligus meningkatkan Kemanunggalan tersebut.

“Oleh karena itu, saya selaku penanggung jawab operasi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi mendukung berjalannya TMMD di seluruh wilayah,” ungkap Wakasad.

Saat ini, menurutnya terdapat 50 desa di Kota/Kabupaten se Indonesia yang ditetapkan menjadi sasaran berlangsungnya program TMMD ke-103. Dimana daerah tersebut merupakan wilayah yang sulit terjangkau dalam pembangunan.

Setelah upacara, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman meyampaikan bahwa TMM di Bondowoso dilaksanakan di Desa Solor,Kecamatan Cermai, yang merupakan sebuah desa yang cukup tertinggal dibandingkan desa-desa di Bondowoso lainnya. Hal ini karena kondisi tanah yang relatif tandus dan infrastruktur yang masih terbatas.

Lebih lanjut, Wakasad menyampaikan juga bahwa selain program kegiatan fisik, TMMD di Desa Solor juga meliputi program non fisik. Dimana sasaran fisik di Desa Solor meliputi pembangunan SD Filial, musholla, semenisasi, Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan masih banyak sasaran kegiatan fisik lainnya. Sedangkan kegiatan non fisiknya meliputi pelayanan KB, pengarahan wawasan kebangsaan, pelatihan home industri, khitanan massal dan lain-lain.

“Perlu saya sampaikan bahwa konsep imunitas bangsa yang tadi disampaikan dalam amanat Kasad, pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI-AD dalam memandang persoalan sosial yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur bangsa,” jelas Wakasad.

“Konsep pemikiran ini, merupakan salah satu jawaban atas kondisi bangsa kita yang semakin rentan akibat pengaruh buruk modernisasi dan globalisasi. Oleh karenaya perlunya dilakukan keseimbangan pembangunan antara yang fisik dengan non fisik tadi”,” tambah Letjen TNI Tatang Sulaiman.

Selesai melaksanakan upacara penutupan TMMD Wakasad meninjau daerah sasaran TMMD yang berjarak sekitar 53 km dari Kota Bondowoso dengan perjalanan ditempuh sekitar 1,5 jam. Dalam acara peninjauan tersebut Wakasad sempat beramah-tamah dan makan bersama dengan masyarakat desa Solor.

Meski Desa Solor relatif tertinggal ditinjau dari sisi infrastruktur, sesungguhnya apabila dikelola secara profesional, desa ini menyimpan potensi wisata yang sangat bagus, karena di desa ini terdapat obyek wisata Batu Soon yaitu situs batuan alam atau bukit yang sangat unik, formasi megalitikum yang terbentuk selama ribuan tahun dan tidak bisa ditemui di daerah lain.(Dispenad)

 

Posted by: | Posted on: November 14, 2018

Kasad Tutup TMMD ke-103 di Muara Wis

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono secara resmi menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 di wilayah perbatasan Muara Wis, Kabupaten Kabupaten Tenggarong, Provinsi Kalimantan Timur. Acara berlangsung di tengah lapangan terbuka melalui gelaran upacara yang melibatkan juga warga masyarakat setempat, Selasa (13/11/2018) pagi.

Sebelum melangsungkan upacara, Kasad bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto begitu mendarat di Muara Wis menggunakan helikopter, langsung diajak ke Lamin (Rumah Adat Kalimantan Timur) untuk dilakukan prosesi tepung tawar.  Kedatangan Kasad diiringi musik adat Dayak Muara Wis juga disambut anak-anak sekolah dasar sambil mengibarkan bendera merah putih berukuran mini.

Pukul 10.45 Wita, di lapangan upacara Kasad mengatakan bahwa selama hampir satu bulan sejak kegiatan TMMD ke-103 dibuka (15 Oktober 2018)  yang lalu, para prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat pemuda serta komponen masyarakat telah bekerja keras membantu pemerintah dalam pembangunan fisik dan non fisik di di 50 desa sasaran di 50 Kabupaten /Kota di seluruh Indonesia.

“Di setiap kegiatan TMMD, kita saksikan semangat kebersamaan serta gotong-royong yang terpancar di setiap wajah peserta, sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan. Ini menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen Bangsa, untuk mewujdukan visi, misi dan tujuan bersama yaitu turut mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.

 

Menurut Kasad, semangat kebersamaan seperti inilah merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan bangsa Indonesia dan selaras dengan visi Pemerintah Pusat melalui kebijakan Membangun Indonesia dari Pinggiran, khususnya dalam hal pembangunan di daerah-daerah yang sulit tersentuh guna mendukung pemerataan pembangunan dan kesejahteraan nasional.

“Selain itu, terdapat nilai-nilai yang ingin digelorakan yaitu semangat gotong-royong serta memantapkan apa yang saya sebut sebagai Imunitas Bangsa, yang saat ini sudah dirasakan mulai luntur,”tegasnya.

“Konsep Imunitas Bangsa pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya Bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban,”jelas Jenderal TNI Mulyono.

Konsep ini menurut Kasad, merupakan salah satu jawaban atas kondisi bangsa yang semakin rentan akan pengaruh buruk modernisasi dan globalisasi, sehingga lebih mementingkan pembangunan fisik dan melupakan bahwa pembangunan nilai-nilai luhur bangsa yang juga sama pentingnya, bahkan merupakan kunci kemajuan budaya suatu bangsa di tengah kompetisi global dewasa ini.

Lebih  lanjut disampaikan, program TMMD telah berjalan secara rutin, pelaksanaan TMMD ke-103 ini diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan fisik dan non-fisik. Dari segi pembangunan fisik, Satgas TMMD beserta seluruh komponen masyarakat secara nasional telah melaksanakan pembangunan infrastruktur pedesaan, berupa pembukaan 52 km lebih jalan baru, serta peningkatan badan jalan dengan panjang total 326 km.

Kasad juga menyampaikan bahwa selain itu juga dilaksanakan pembangunan dan rehabilitasi puluhan jembatan, rumah ibadah dan sekolah, serta perbaikan rumah-rumah tidak layak huni dan berbagai prasarana sanitasi untuk masyarakat.

“Guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan, TNI bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada aparat-aparat desa, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola Dana Desa. Sementara pembangunan non-fisik, diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, serta sosialisasi hukum, bahaya Narkoba, maupun kesadaran Bela Negara,”terangnya.

“TMMD juga sesungguhnya membawa misi khusus, yaitu untuk ingin menyatukan kembali perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi, serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI,” tegas alumni Akmil 1983 ini.

Kasad berpesan,momen kegiatan TMMD ini sebagai pelajaran dan pengalaman tentang bagaimana menjadikan diri sebagai bagian dari solusi jangka panjang dan pendorong motivasi bagi rakyat dengan menjaga dan merawat hasil TMMD ini bersama dengan TNI AD.

Dalam upacara tersebut hadir juga Gubernur Kaltim Isran Noor, Pangdam VI/Mulawarman Mayen TNI. Subiyanto, para Asisten Kasad, Kadispenad dan Plt. Bupati Kutai Kertanegara Edi Damansyah dan disaksikan oleh  ribuan masyarakat dan pelajar.

 

Posted by: | Posted on: November 13, 2018

Tinggalkan Dusun Bandari, ini Kesan Buat Satgas TMMD-103

Sebulan sudah progam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 1504/Ambon yang dilaksanakan  di tiga Desa dan dua Kecamatan di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 1504/Ambon ini menyisakan rasa tersendiri bagi warga masyarakat, hal tersebut ditunjukkan dengan antusiasme masyarakat mengikuti Kegiatan TMMD dari awal sampai dengan akhir ini.

“Saya sangat berterimakasih kepada Babinsa, dan Kodim 1504/Ambon dengan adanya Program TMMD Ke-103 ini, dimana selama ini kita sudah menanti-nanti untuk Dusun kami untuk dapat disentuh, Alhamdulillah lewat kesempatan Program TMMD kali ini pembangunan Drainase sepanjang 370 meter di Dusun kami telah selesai dibangun dengan hasil yang maksimal, sehingga Dusun kami yang dulunya rawan Banjir sekarang dapat terhidar dari Banjir. “Ucap La Udin Kepala Dusun Bandari.

 

Posted by: | Posted on: November 13, 2018

Danrem 151 Binaiya Resmi Tutup Kegiatan TMMD-103

Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya Kolonel Inf Hartono, S.I.P bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 1504/Ambon Tahun Anggaran 2018 yang di laksanakan di lapangan Dusun Air Ali, Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon Selasa,(13/11).

Sebelum acara penutupan di awali dengan acara Tarian Lenso sebagai tarian penyambutan kepada tamu undangan. Upacara TMMD kali ini mengangkat  tema TNI Manunggal Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju Sejahtera dan Demokratis.

Dalam pelaksanaannya Danrem selaku Irup membacakan amanat resmi Kepala Staf Angkatan darat (Kasad), Komandan satgas (Dansatgas) TMMD ke-103 Kodim 1504/Ambon, Letkol Inf Fendri Navyanto Raminta dalam laporan resminya pada saat Upacara Penutupan mengatakan ada 13 kegiatan fisik , enam kegitan non fisik dan satu kegiatan fisik tambahan TMMD ke-103 Kodim 1504/Ambon, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan selama satu bulan, mulai 15 Oktober sampai 13 November 2018 di tiga Desa , dua kecamatan yaitu Kecamatan Teluk Ambon dan Kecamtan Salahutu, seluruh kegiatan terlaksana dengan hasil yang maksimal 100% clear.

“Selama hampir satu bulan kegiatan TMMD dibuka, para prajurit TNI beserta aparat terkait dan seluruh komponen masyarakat bekerja keras mencapai sasaran pembangunan fisik maupun non fisik yang mencakup 50 desa sasaran di 50 Kabupaten/Kota di Indonesia. Semangat kebersamaan serta gotong-royong di lapangan menjadi refleksi kekuatan sangat besar dari segenap komponen bangsa yang memiliki visi dan misi guna mengatasi persoalan pembangunan dimasyarakat.

Hakikat seperti inilah yang merupakan hakikat kemanunggalan TNI dan Rakyat untuk mendorong kemajuan Bangsa yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh. “Jelas Kasad selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD ke-103 dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danrem 151/Binaiya.

Dalah akhir acara juga dilaksanakan Pembagian Sembako dan pasar murah yang menjual aneka barang kebutuhan pokok masyarakat. Danrem 151/Binaiya, Kajari Ambon, Wakil Walikota Ambon juga berkesempatan untuk melihat secara langsung hasil pelaksanaan TMMD di Dusun Bandari, Desa Rumah Tiga berupa Pembangunan Drainase Air sepanjang 370 meter.

Turut hadir dalam kegiatan Upacara Penutupan TMMD tersebut, Kajari Ambon. Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Bupati Maluku Tengah, Kepala BNN Prov. Maluku, Kasat Gegana Polda Maluku, perwakilan dari Kazidam XVI/Patimura, Aster Kasdam XVI/Patimura yang diwakili oleh Paban Puanter Ster Kodam XVI/Pattimura, para Kasi/Pasi Korem 151/Binaya, para Pasi Kodim 1504/Ambon, Forkopimda Pemkot Ambon dan Kab. Malteng. Para Pejabat instansi pemerintahan terkait. Toga, Tomas dan Masyarakat binaan Kodim 1504/Ambon.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.