• Danrem 151/Binaiya Pimpin Korps Raport Penerimaan Prajurit Baru

  • Danrem 151/Binaiya Peduli Masyarakat Adat Suku Mause Ane

September, 2018

now browsing by month

 
Posted by: | Posted on: September 22, 2018

Semakin Yakin kepercayaan Masyarakat Ambon kepada Satgas Yonif 731/Kabaresi

Kepercayaan masyarakat Ambon kepada Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 731/Kabaresi dengan pembinaan teritorial melalui pengobatan Keliling kepada masyarakat sekitar Pos Mangga Dua, membuahkan hasil, Jumat (21/09).

Dalam Binter yang di berikan satgas Yonif 731/Kbr, masyarakat sangat terbantu dengan keberadaan satgas tersebut. Sehingga masyarakat semakin yakin dengan keberadaannya.

Dengan terbantunya, masyarakat menyerahan satu pucuk senjata api standart laras panjang jenis “JUNGGLE CARBINE” buatan Inggris serta 20 butir Munisi dan satu buah magazen cadangan.

Hal tersebut di berikan secara sukarela kepada Sertu Matheus Lumalessil NRP 21110192261190 yang merupakan Danpos 6 mangga dua SSK 4 Satgas Yonif 731/Kabaresi.

Pemberian tersebut merupakan kali kedua setelah sebelumnya pada (6/9/2018) di tempat yang lain juga sudah diserahkan satu pucuk senapan.

Posted by: | Posted on: September 21, 2018

Wakasad : Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur Berwawasan Kebangsaan

Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus berwawasan kebangsaan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman pada seminar nasional yang bertemakan “Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara”, di Lembah Tidar Akademi Militer, Magelang, Kamis (20/9/2018).

Menurut Alumni Akmil yang dilantik tepat 32 tahun lalu (20 September 1986), generasi muda saat sekarang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi yang bergerak secara eksponensial telah merubah dunia menjadi semakin kecil dan tanpa batas, serta menggiring generasi muda kedalam paradoks kehidupan yang bisa menguntungkan juga menghancurkan masa depan dirinya maupun bangsanya.

“Di abad informasi dan globalisasi seperti saat ini, Ilmu pengetahuan dan akses terhadap informasi terbuka dari bermacam-macam sumber menjadikan cara pandang generasi muda jauh lebih luas serta menimbulkan paradoks seperti yang telah dirasakan sejak akhir abad ke-20,” ujar Wakasad.

Menyadari fenomena era modern tersebut, mengutip pernyataan Ir. Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir. Joko Widodo yang menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis.

“Kita, rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin menghadapinya”, tegas Wakasad.

Dihadapan 714 peserta baik Mahasiswa/i se-Jateng-DIY dan Taruna/i Akmil, AAL, AAU dan Akpol, Wakasad mengingatkan agar generasi muda selalu terhadap perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar dibidang politik, ekonomi dan Hankam seperti Amerika Serikat dan Rusia serta China.

“Rivalitas antar negara adi daya tersebut semakin meruncing, dan inisiatif Amerika Serikat mengganti istilah Asia-Pasifik menjadi Indo-Pasifik menandakan adanya perubahan strategi dan proyeksi konflik masa depan yang mengarah ke sentral pertumbuhan paling menjanjikan yaitu di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur,” papar Wakasad.

Menurut mantan Pangdam IV/Diponegoro, di kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan dapat mengancam kepentingan Indonesia, seperti krisis Laut Cina Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS dan berbagai kejahatan transnasional termasuk fakta pertahanan yang dibangun negara tetangga.

Sedangkan di dalam negeri, ditengah badai internet dan media sosial, bangsa kita juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat dan juga penguatan faham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa.

“Tantangan dan persoalan di era Revolusi Industri 4.0 ini mencerminkan tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi generasi muda kini. Kekhawatiran utama dimasa depan kita adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengelola seluruh sumber daya bangsa. Saat ini kita harus cermati berbagai ancaman berbasis teknologi yang seperti thread, cyber thread, inequality thread dan lain sebaginya yang dapat memicu konflik perpecahan bangsa, ” terang Wakasad

“Kalian harus sadari dan pahami semua permasalahan bangsa serta terus membina diri untuk menjadi generasi yang berdaya saing global, karena nantinya dapat dijadikan dasar menentukan langkah-langkah strategis dalam mengelola semua potensi kekayaan negara kita yang demikian besar” ujar Wakasad.

Menurut Wakasad untuk menghadapi tersebut, generasi muda harus disiapkan sebagai aktor utama yang handal dalam pembangunan nasional yaitu sebagai agen perubahan sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan yang tidak bisa hanya diperoleh dari pendidikan formal.

“Hal paling mendasar adalah pembangunan karakter untuk membentuk pribadi yang memiliki intelektualitas, nilai seni dan kreativitas, integritas serta keluhuran budi pekerti yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan” urai Wakasad.

Dalam kesempatan tersebut Wakasad berharap agar generasi muda harus selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta menumbuhkembangkannya dalam bentuk idealisme yang teguh.

“Generasi muda harus mau berfikir luas namun bertindak secara sederhana atau think globally, act locally,” sambung Wakasad.

Selain itu juga Letjen TNI Tatang Sulaiman menitipkan pesan dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada generasi muda untuk senantiasa bersemangat dan tanpa lelah menempuh jalan yang sulit namun mulia, dari pada memilih jalan yang mudah namun hina, serta jangan menjadikan keragaman yang ada sebagai perbedaan.

“Jadikanlah keragaman itu pelengkap dan penyempurna yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa”, pungkas Wakasad.

Sebelumnya ditempat yang sama, Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan perlunya
literasi baru dalam menghadapi persaingan global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis dan matematika saja melainkan juga literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

Setelah Wakasad, diskusi dilanjutkan dengan nara sumber Dr. P.M. Laksono, M.A. (Guru Besar PPS/ FIB UGM), dan Dr. Sri Rumgiyarsih, M.Sc.(Kaprodi S2/S3 Kependudukan UGM) dan moderator Dr. Iva Ariani, SS.,M.Hum.

Dalam seminar tersebut hadir Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wagub Akmil Brigjen TNI Wirana P.B. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan beberapa pejabat teras TNI AD lainnya.

Posted by: | Posted on: September 20, 2018

Wujud Kepedulian, Forum Keserasian Sosial Sukses Adakan Giat Sosialisasi

Forum Keserasian Sosial Mausu Ane, Maluku Tengah, telah sukses adakan kegiatan sosialisasi dengan tema “Memperkuat Nilai-nilai Kearifan Lokal Dalam Membangun Kehidupan Yang Harmonis Dimasyarakat”. Bertempat di rumah Kepala Dusun Desa Siahari, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, Bapak Anton Kattipana, Kamis (20/09).

Kegiatan juga dihadiri oleh Danramil 1502-05/Wahai, Kapten Cba La Ode Maaruf, dan Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Dinas Provinsi Maluku, Hen Lopies beserta rombongan Serta Ketua Saniri Dusun lima Maneo, Esli Ipaana.

“Giat keserasian ini merupakan wujud hidup kebersamaan agar satu dan yang lain saling membantu, bantuan yang diberikan oleh pemerintah diberikan untuk kita dan pemerintah tidak menyusakan Bapak atau Ibu” ujar Hen Lopies saat sambutan.

Acara sosialisasi ini sekaligus pemberian bantuan dari pemerintah kepada masyarakat setempat. Bantuan berupa pekerjaan penerangan dan air bersih, dan santunan bagi empat orang yang meninggal dunia, namun dalam proses pengurusan terkait penerima ahli waris. Untuk kedepannya Dinas sosial juga akan mengirim bantuan berupa Air besih, TV, parabola dan Baleo atau Rumah adat.

Ketua Saniri Maneo, Esli Ipaana, juga mengingatkan agar masyarakat secara bersama-sama menjaga apa yang telah diberikan oleh pemerintah dan saling membantu satu dengan lainnya agar segala sesuatu berjalan lancar.

“Dengan diadakannya kegiatan seperti ini kami berharap suku mausu ane dapat hidup layak sebagaimana mestinya” kata Kapten Cba La Ode Maaruf.

Posted by: | Posted on: September 19, 2018

Sambut HUT TNI, Koramil 1502-07/Piru Gelar Turnamen Gawang Mini Cup

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT TNI ke-73 Tahun 2018, Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-07/Piru membuka Turnamen gawang mini Cup bertempat di Dusun Waimeteng Darat, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu, (19/18).

Dalam kegiatan ini di buka langsung oleh Wakil Bupati Kab.SBB, Timotius Akerina, dalam sambutannya bahwa, untuk memperingati HUT TNI Ke 73, kita membuka Turnamen sepak guna meningkatkan rasa sportivitas berolahraga bagi kalangan masyarakat pelaku dan atlet olahraga sepak bola di Kab. SBB, sebagai suatu wadah untuk menyalurkan bakat dan minat bagi masyarakat dalam berolahraga.

“Kegiatan ini sebagi bentuk sinergitas TNI Polri dan Pemda SBB dalam membangun bumi Saka Mese Nusa dari bidang olahraga,”ungkap Timotius Akerina.

Dalam kesempatan ini Danramil 1502-07/Piru, Kapten Inf Ato Laturake, menyampaikan bahwa sepak bola gawang mini merupakan suatu pertandingan yang terpopuler di kalangan masyarakat Maluku khususnya Kab. SBB.

“Sehingga dengan adanya kegiatan ini pemuda-pemudi dapat terhindar dari bahaya miras yang sering terjadi di lingkungan sekitar yang dapat merugikan diri sendiri,”pungkas Kapten Inf Ato Laturake

Turut hadir dalam kegiatan tersebut
Waka Polres SBB, Kompol Bachri Hehanussa, Sekda Kab.SBB, Mansur Tuharea SH MH, Camat Kec. Seram Barat, Roni Salenussa,
Danki SSK II 711/Rks, Lettu Inf Abd Hafid serta tamu undangan 100 Orang.

Posted by: | Posted on: September 18, 2018

Kasad : Piala Panglima TNI 2018 ajang unjuk prestasi dan momen tingkatkan soliditas sesama patriot bangsa

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, memimpin upacara laporan kontingen TNI AD dalam rangka mengikuti kejuaraan Piala Panglima TNI tahun 2018 di Aula A.H. Nasution, Mabesad Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Sebanyak 240 personel Kontingen TNI AD, yang terdiri dari 186 atlet, 37 ofisial, dan 17 orang pendukung tersebut akan berkompetisi pada gelaran Piala Panglima TNI 2018 yang merupakan ajang rutin tahunan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun TNI, sebagai ajang puncak pembinaan olahraga tertinggi di jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.

Upacara laporan dan pelepasan Kontingen TNI AD yang akan berlaga pada Piala Panglima TNI ini juga dihadiri oleh Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Pangkostrad Letjen TNI Andika Perkasa, Irjenad Mayjen TNI Johny L. Tobing, para asisten Kasad, Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan para Kabalakpus TNI AD.

Para atlet tersebut akan bertanding pada dua event perlombaan yaitu Pertandingan Olahraga (POR) Piala Panglima TNI yang akan diselenggarakan 18 sampai 28 September, meliputi tiga cabang olahraga yaitu sepak bola, bola voli, dan tenis lapangan. Serta Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI yang akan diselenggarakan pada 21 – 23 September 2018 dengan mempertandingkan kelas kata dan kumite, baik perorangan maupun beregu untuk putra dan putri.

Kasad mengungkapkan, Piala Panglima TNI merupakan parameter keberhasilan pembinaan olahraga di tiap Angkatan sebagai wujud komitmen TNI untuk membentuk prajurit-prajurit profesional yang memiliki fisik prima yang dilandasi sportivitas yang tinggi.

“Melalui event ini diharapkan akan muncul bibit-bibit atlet yang potensial sebagai wakil-wakil TNI di event olahraga tingkat nasional, regional bahkan dunia,” ungkap Jenderal TNI Mulyono.

Dikatakan Kasad, harapan tersebut sejalan dengan prestasi yang telah diukir atlet-atlet TNI AD. Dalam pesta olah raga Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang lalu, TNI AD telah menunjukkan perannya dalam memajukan olahraga nasional dengan turut menyumbangkan medali.

“ Jaga komitmen sportivitas dan pertahankan prestasi sebagai juara umum dan raih kembali Piala Bergilir Panglima TNI, sebagaimana yang sudah kita lakukan dengan konsisten selama 13 kali berturut-turut pada event yang sama, “ harap Kasad.

Disampaikan Kasad dihadapan para atlet TNI AD yang akan berlaga di Piala Panglima TNI, medali emas dari cabang karate yang dipersembahkan oleh Serda Rifki Ardiansyah Arrosyid merupakan salah satu contoh dari hasil kerja keras dan ketekunan bertahun-tahun yang berbuah manis.

“ Saya berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi tersendiri bagi saudara untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dalam pertandingan nanti, “ tegas Kasad

Pada ajang olahraga bergengsi tingkat TNI tersebut, TNI AD telah 13 kali sebagai juara umum berturut-turut dan mampu mempertahankan Piala Bergilir Panglima TNI. Pada penyelenggarakan Piala Panglima TNI tahun 2017 yang lalu, dari 10 medali emas yang diperebutkan, kontingen TNI AD meraih 8 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Kasad mengingatkan bahwa Piala Panglima TNI bukanlah semata-mata mengenai kompetisi belaka. Ajang ini juga bertujuan untuk mempererat ikatan batin dan persaudaraan dengan para prajurit dari matra lain.

“ Manfaatkanlah momen kejuaraan ini untuk meningkatkan soliditas dan memupuk rasa saling percaya serta saling menghargai antara sesama patriot bangsa, “ tutup Kasad diakhir amanatnya.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.