• Danrem 151/Binaiya Pimpin Upacara Awal Bulan Mei

  • Korem 151/Binaiya Laksanakan Lari Jalan

Februari, 2018

now browsing by month

 
Posted by: | Posted on: Februari 28, 2018

Dansatgas Yonif R 515/UTY, Kostrad Hadiri Dialog Interaktif

Dialog Interaktif antara Panglima Kostrad (Pangkostrad) dalam judul Pangkostrad menyapa kepada seluruh prajurit Kostrad di seluruh penjuru tanah air dalam rangka penanda tanganan MOU antara Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan Radio Republik Indonesia (RRI) tentang kerjasama dalam Upaya Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika, dalam hal ini Dansatgas Yonif Raider 515/UTY, Kostrad hadir dalam kesempatan dialog tersebut bertempat di Kantor RRI Ambon Jl. Jend. A. Yani, Kel. Batu Meja, Sirimau, Kota Ambon, Maluku. Rabu (28/02)

Untuk itu perlu diketahui bahwa Satgas Pamrahwan Yonif 515/UTY merupakan bagian dari Satgas Pamrahwan dibawah Komando Pelaksana Operasi Korem (Kolakops Rem) 151/Binaiya.

Dalam rangka mendukung program tersebut, Penerangan Korem 151/Binaiya mewadahi untuk mendampingi secara langsung ke RRI.

Dalam kesempatan Dialog tersebut Dansatgas Yonif R 515/UTY Kostrad, Letkol Inf Syafrudin menyampaikan “keseluruhan Pasukan Yonif 515/UTY yang tergelar di Pos-pos dalam keadaan sehat walafiat, alat perlengkapan siap digunakan untuk Operasi, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan akan siap bergerak, dan dilaporkan kondisi masyarakat dapat menerima dengan baik Satgas Yonif R 515/UTY. “Ungkap Dansatgas dalam dialog interaktif tersebut.

Posted by: | Posted on: Februari 28, 2018

Babinsa Laksanakan Karya Bakti Guna Perbaikan Tempat Ibadah

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1502-09/Bula, Komando Distrik Militer (Kodim) 1502/Masohi peduli terhadap perbaikan tempat ibadah di wilayah teritorialnya, hal tersebut ditunjukkan dengan Babinsa Sumber Agung, Sertu Oon Tarsonda Bersama Masyarakat Desa Sumber Agung melaksanakan Karya Bhakti pembuatan tangga naik yang dipasang di tiang Alif Masjid Desa Sumber Agung Kec. Bula Barat, Selasa (27/02).

Dalam waktu yang sama, Babinsa Desa Dreem Land Hill Sertu Suyanto bersama Para Jemaat Gereja Gezsemani di bantu masyarakat muslim Ds. Dreem Land Hill bersama – sama melaksanakan karya bhakti pengecatan pagar Gereja Gezsemani di Desa Dreem Land Hill Kec. Bula Barat.

Seluruh rangkaian kegiatan karya bhakti tersebut dihadiri oleh Kepala Desa masing-masing dan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Desa Sumber Agung dan Desa Dreem Land Hill Kec. Bula Barat.

Posted by: | Posted on: Februari 27, 2018

Korem 151/Binaiya Peduli Bahaya Narkoba

Sebagai wujud kepedulian Komando Resor Militer (Korem) 151/Binaiya terhadap bahaya narkoba kepada masyarakat khususnya kepada generasi muda sebagai cikal bakal penerus bangsa Indonesia, melalui Penerangan Korem (Penrem) membagikan selebaran berupa pamflet kepada sejumlah masyarakat baik pelajar dan masyarakat sipil dari berbagai golongan di seputaran Kota Ambon beberapa waktu yang lalu.
Data dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku mengungkapkan sepanjang tahun 2017, lembaga ini mengungkapkan 10 kasus Narkotika dengan 19 tersangka yang merupakan jaringan nasional. Barang yang disita oleh BNNP Maluku sebanyak 3,11 gram ganja dan 136,17 gram sabu dan daerah yang paling banyak memasok narkoba di Provinsi Maluku adalah Kota Ambon.
Berdasarkan data yang didapat dari BNNP Maluku tahun 2017 tersebut berarti Kota Ambon sudah menjadi incaran orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang berusaha merusak mental bagi generasi penerus dalam pengedaran narkoba yang sudah sangat membahayakan terutama bagi kalangan anak muda.
Hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja karena sasaran dari perdagangan narkoba tersebut adalah kalangan anak-anak muda yang notabene adalah penerus bangsa yang harus dijaga. Sebagai upaya menindaklanjuti hal tersebut, salah satu yang dilakukan oleh Korem 151/Bny adalah menyebarkan pamflet berupa peringatan bahaya narkoba yang diberikan kepada sejumlah masyarakat yang berada di seputaran Kota Ambon. Penrem hanya dapat mengingatkan saja kepada masyarakat tentang bahaya narkoba, dan bentuk upaya hanya dapat untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba tersebut, pihak Korem berharap dengan penyebaran pamflet tersebut dapat mencegah walau sebenarnya semua kembali kepada diri masing-masing dan pengawasan para orang tua.

Posted by: | Posted on: Februari 27, 2018

Sikapi Darurat Narkoba, TNI AD Gencarkan Perang Melawan Narkoba

Oleh :
Brigadir Jenderal TNI Alfret Denny Tuejeh

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat

Istilah darurat narkoba pertama kali muncul pada tahun 1971. Adalah Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto, yang kala itu mendengungkan istilah tersebut sebagai cerminan sikap pemerintah atas kemunculan Proxy War berwujud narkoba ini di tengah-tengah masyarakat. Nyaris setengah abad kemudian, nyatanya di hari ini Indonesia masih dalam kondisi darurat narkoba, bahkan situasinya jauh lebih memprihatinkan dan mengerikan dibanding 47 tahun yang lalu.

Fenomena narkoba saat ini sudah begitu jauh merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat. Target konsumennya kian bertambah belia dari segi usia, kian variatif modus operandinya, serta kian massif peredarannya. Hampir semua lapisan masyarakat mampu ditembus jaringan barang haram ini. Itulah mengapa banyak kita temui pemberitaan dimana korban narkoba berasal dari beragam kalangan dengan profesi, usia dan latar belakang yang berbeda-beda.

Pemberlakuan hukuman berupa eksekusi mati bagi gembong-gembong narkoba, serta beragam tindakan tegas seperti instruksi tembak mati bandar narkoba yang melakukan perlawanan saat akan ditangkap, kian menegaskan urgensi efek narkoba ini. Sebab, ancaman bahaya narkoba memang tidak main-main, bukan sekedar mengancam keselamatan bangsa, narkoba bahkan diyakini sanggup memunculkan fenomena lost generation kelak jika kondisi ini tak segera tertangani dengan baik.

Di internal TNI AD sendiri, upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba benar-benar menjadi perhatian serius. Secara rutin dan kontinyu, semua Satker (Satuan Kerja) jajaran TNI AD memberlakukan tes urine dadakan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit. Jika didapati ada anggota yang terlibat narkoba, oknum tersebut akan langsung diproses sesuai hukum, serta diberi hukuman tambahan berupa pemecatan dengan tidak hormat dari kedinasan.

Hukuman berupa pemecatan ini merupakan bukti komitmen TNI AD dalam berperang melawan narkoba. Selain untuk memberi efek jera dan menjadi peringatan bagi prajurit-prajurit yang lain agar jangan dekat-dekat dengan narkoba.
Selain tes urine, TNI AD juga secara aktif melakukan penggerebekan kepada anggotanya yang terindikasi terlibat narkoba, baik dari hasil pantauan internal TNI maupun berdasarkan laporan dari masyarakat.

Di ranah eksternal, TNI AD juga tak pernah berhenti melakukan upaya pemberantasan narkoba. Bersama-sama dengan Polri, TNI AD aktif dalam razia gabungan ke tempat-tempat yang dicurigai menjadi sarang produksi narkoba, serta rawan peredaran narkoba.
Demikian pula di kawasan perbatasan, prajurit TNI AD aktif dalam upaya menggagalkan penyelundupan narkoba. Seperti misalnya aksi prajurit 0321/Rokan Hilir yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 kg daun ganja kering dari Aceh ke Riau. Ada pula aksi prajurit Kodim Berau yang berhasil menggagalkan transaksi shabu seberat 1 kg, yang baru-baru ini mendapat apresiasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Penghargaan dari BNN tersebut semakin mengukuhkan komitmen TNI AD atas upaya gencarnya dalam melakukan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang memang sedang giat-giatnya didengungkan oleh BNN.

Seperti halnya dalam penanganan permasalahan Hankam lainnya, upaya-upaya yang dilakukan TNI AD dalam memerangi narkoba tentu tak akan efektif tanpa dukungan penuh dari seluruh rakyat Indonesia. Sebab narkoba adalah musuh bersama, musuh bangsa ini, yang artinya musuh seluruh rakyat Indonesia. Meskipun terdengar klise, tapi bahu-membahu dalam mengatasi permasalahan narkoba memang menjadi satu-satunya solusi untuk memenangkan peperangan ini.

Kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sekitar sangatlah penting. Apabila mendapati aktivitas mencurigakan ataupun mengetahui informasi sekecil apapun terkait peredaran narkoba, masyarakat harus segera melaporkannya kepada aparat keamanan setempat, baik Polri maupun TNI. Sehingga bisa segera dilakukan pengembangan dan ditindaklanjuti hingga sampai ke tahap penindakan.

Memunculkan role model dari berbagai kalangan, terutama publik figur tak terkecuali dari TNI, bisa menjadi salah satu alternatif yang perlu dijajaki untuk menarik perhatian anak-anak muda kekinian di era saat ini. Bukan perkara mudah memang, mencari sosok yang punya segudang prestasi, mampu merangkul anak muda serta bersih dari narkoba, namun bukan berarti mustahil untuk ditemukan.

Terakhir, upaya-upaya memerangi narkoba juga harus berbanding lurus dengan perkembangan di organisasi jaringan narkoba itu sendiri. Jika teknologi yang digunakan dalam peredaran narkoba makin canggih, maka aparat keamanan juga harus dipersenjatai dengan teknologi canggih untuk mencegahnya. Jika Bandar-bandar narkoba makin keji dalam melakukan aksinya, aparat keamanan kita juga tak boleh segan-segan menindak tegas mereka. Tentunya harus dibarengi pula dengan regulasi memadai dari pemerintah sebagai payung hukum bagi aparat dalam bertindak.

TNI AD memahami betul bahwa perang melawan Proxy War bernama narkoba, bukanlah suatu hal yang mudah. Dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama meraih kemenangan yang kita impikan. Dengan melakukan upaya-upaya tersebut diatas, setidaknya menunjukkan semangat perlawanan dan pantang menyerah kita sebagai anak bangsa yang peduli akan keselamatan Ibu Pertiwi. Rapatkan barisan, meskipun entah sampai kapan, tapi target kita bersama jelas, perangi narkoba dengan segala upaya dan daya, demi masa depan anak cucu kita, generasi emas bangsa ini.

Posted by: | Posted on: Februari 26, 2018

Danrem 151/Binaiya Buka Latposko II Yonif 731/Kabaresi

Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 151/Binaiya, Kolonel Inf Christian K. Tehuteru membuka secara resmi Latihan Posko II (Latposko II) Batalyon Infanteri (Yonif) 731/Kabaresi yang diawali dengan Jam Pimpinan di Markas Komando (Mako) Yonif 731/ Kabaresi, Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (26/02). Sebanyak 300 Prajurit mengikuti jam Pimpinan Pembukaan Latposko II tersebut, kegiatan pembukaan Latihan Posko II Yonif 731/Kabaresi kali ini mengangkat tema “Yonif 731/Kabaresi melaksanakan Operasi Pembersihan di Wilayah Maluku Komplek dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi lawan Insurjensi Korem 151/Binaiya”. Latposko II Yonif 731/Kabaresi sesuai dengan jadwal latihan akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, di Banda Baru Komplek, Kab. Malteng, dimulai dari tanggal 26 sampai 28 Februari 2018. Danrem 151/Binaiya dalam Sambutan resminya mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit dimana sudah dapat melaksanakan tugas dengan baik serta memegang teguh disiplin dalam melaksanakan tugas sehari-hari. “Saat ini kita sudah mendapat kepercayaan dari publik karena telah menunjukkan profesionalisme dalam mengamalkan Sapta Marga dan Sumpah prajurit dalam kehidupan sehari-hari, salah satu contohnya seperti Latposko II yang kita akan laksanakan, untuk itu agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam latihan prajurit harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan latihan ini. “Ujar Danrem.
Lebih lanjut dikatakan, diharapkan seluruh prajurit untuk saling mengisi dan memberitahu satu sama lain, sehingga prajurit mempunyai wawasan yang lebih luas degan adanya perkembangan alat komunikasi yang ada dan dimanfaatkan dengan baik, harus bijaksana dalam mempergunakannya. “Bintara harus menguasai ilmu Danton dan Tamtama harus menguasai ilmu Bintaranya dan anggota harus menguasai Ilmu dari Komandannya dan siap untuk menjadi seorang pemimpin dalam pelaksanaan tugas.” Harapnya kepada seluruh Prajurit. “Anggota harus menguasai dan mengamalkan Ilmu Latposko II yang akan dilaksanakan dan harus bisa menjawab apabila ada pertanyaan dari Komando atas mengenai prosedur latihan, Anggota harus menjaga fisik dalam melaksanakan tugas karena itu merupakan modal utama dan harus punya kemauan yang tinggi dalam membina fisik untuk menghadapi segala macam tantangan yang akan kita hadapi, Kebersihan disatuan harus dijaga, dipertahankan dan disiplin pribadi harus terjaga, Anggota harus pintar-pintar dalam mencari pasangan hidup untuk menunjang tugas sehari-hari, Kriteria untuk mencari istri seorang prajurit harus punya kriteria yang tinggi seperti Bebet Bibit dan Bobot (3B).”Papar Danrem.
Danrem menghimbau, untuk menghadapi tantangan tugas dan masalah kedepan dalam kehidupan sehari-hari kita harus banyak mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam melaksanakan latihan Posko II ini, Prajurit harus banyak bertanya untuk mendapatkan tambahan ilmu yang lebih luas dan mahir dalam melaksanakan tugas pokok kedepan.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.