• Danrem 151/Binaiya Pimpin Korps Raport Penerimaan Prajurit Baru

  • Danrem 151/Binaiya Peduli Masyarakat Adat Suku Mause Ane

September, 2017

now browsing by month

 
Posted by: | Posted on: September 28, 2017

Tak Cukup Teori, Korem 151/Binaiya Gelar Praktek Pembuatan Karamba Budidaya Kelautan (Emas Biru)

Rangkaian kegiatan pelatihan Budidaya Kelautan (Emas Biru) yang diselenggarakan Korem 151/Binaiya tak hanya cukup dengan teori, kegiatan setelah melaksanakan teori di Baelio dilanjutkan praktek pembuatan karamba apung di Sekolah Umum Perikanan Maritim (SUPM) Waeheru, Kamis (28/09). Kegiatan praktek dimulai dari pengenalan jenis-jenis ikan oleh pembawa materi PNS Jefri, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan karamba apung yang dipandu langsung oleh instruktur SUPM Waeheru, nampak terlihat para peserta sangat antusias sekali dengan kegiatan praktek ini karena disamping menerima materi juga bisa langsung mempraktekkan tata cara pembuatan karamba apung sehingga dapat menjadi bekal ilmu bagi para peserta saat kembali ke satuannya dan daerah tempat tinggalnya. Diharapkan ilmu yang mereka dapatkan bermanfaat dan bisa ditularkan ke masyarakat luas. Adapun Pelatihan Budidaya Perikanan (Emas Biru) ini mengangkat Tema “Melalui program kegiatan Budidaya kelautan (Emas Biru) Tahun Anggaran 2017 kita wujudkan Swasembada Pangan Nasional dalam rangka menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik dan sejahtera”.
Dalam kesempatan ini selaku pemberi materi PNS Jefri yang tergabung dalam Tim Emas Biru Kodam XVI/Pattimura menyampaikan materi baik teori maupun praktek, “sejak tahun 2009 saya mengumpulkan sampah plastik dan botol bekas di laut sampai sempat dicemooh jadi pemulung tetapi tidak menyurutkan mental dan kemauan saya,”Ujar Jefri. Hal tersebut dilaksanakan demi membuat karamba apung buatan sendiri yang lebih efisien dalam kebutuhan modal. “Berkat kemauan dan keuletan inilah yang menjadi kunci kesuksesan sehingga saat ini saya sudah memiliki rumah sendiri, punya tempat kos 12 kamar dan membiayayai anak saya yang sekolah di kedokteran Unpatti,” tambah Jefri.
Hal ini di sampaikan disela-sela pelaksaaan praktek yang bertujuan sebagai penggugah semangat untuk para peserta. “tidak ada yang tak mungkin di Dunia ini jika kita mau berusaha dan berlatih demi keberhasilan bersama”, Ujar Jefry. Ditambahkan juga kita sebagai masyarakat Maluku harus bangga dengan potensi sumber daya alam yang melimpah di sini, potensi kekayaan alam laut yang dikelola secara baik akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat karena membuka kesempatan kerja.

Posted by: | Posted on: September 28, 2017

Masyarakat Mamala Nikmati Layar Lebar

Setelah sekian lama menanti hiburan film layar lebar, akhirnya penantian masyarakat Mamala terbayar dengan penayangan film Penghianatan G30S PKI. Permintaan masyarakat Desa Mamala agar noton bareng film yang pernah diputar rutin setiap tanggal 30 September tiap tahunnya, disambut baik oleh Korem 151/Binaiya. Penayangan film Penghianatan G30S PKI diselenggarakan di lapangan Desa Mamala dan diikuti oleh 420 orang masyarakat desa, Rabu (27/09). Dalam amanat Danrem Binaiya yang dibacakan oleh Perwira Seksi Teritorial, Mayor Arm Setiawan disampaikan bahwa penayangan film ini bertujuan agar masyarakat mengetahui sejarah kelam yang pernah dialami Bangsa Indonesia dimana PKI (Partai Komunis Indonesia) pernah melakukan upaya kudeta dengan melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap 7 Perwira TNI AD. Bukan hanya itu saja, tahun-tahun sebelumnya PKI selalu melakukan upaya pemberontakan disertai pembunuhan terhadap rakyat Indonesia yang anti komunis. Dengan penayangan film ini masyarakat dapat mengerti dan memahami serta waspada terhadap bahaya laten komunis sehingga paham komunis yang telah dilarang oleh pemerintah berdasarkan Tap MPRS no XXV/MPR/1966 tidak dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Komunks merupakan paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Sebagai warga negara Indonesia, Pancasila harus tetap dipegang teguh karena ideologi Pancasila merupakan ideologi yang tepat bagi rakyat Indonesia yang memiliki keberagaman. Turut hadir dalam acara nonton bareng Raja Mamala Bpk. H. Ramli Malawat dan Kapenrem 151/Binaiya Mayor Czi Gerald

Posted by: | Posted on: September 28, 2017

Masyarakat Desa Waeapo Tumpah Ruah Nobar G30S PKI

Antusias Masyarakat Desa Waeapo untuk menyaksikan pemutaran Film Penghianatan G30S PKI nampak pada acara nonton bareng (nobar) film tersebut yang diselenggarakan oleh Koramil Waepo Kodim 1506/Namlea,Rabu(27/09). Acara nobar diikuti 1000 orang masyarakat yang hadir tumpah ruah memenuhi Areal Panen Raya Kec. Waeapo. Danramil Waeapo, Lettu Husain M sebelum memulai penayangan film, menyampaikan sambutan Danrem 151/Binaiya yang dibacakan kepada masyarakat yang hadir. Dalam sambutannya Danrem menyampaikan bahwa penayangan film G30S PKI diselenggarakan bertujuan agar masyarakat khususnya generasi muda mengerti, memahami dan mewaspadai bahaya laten komunis yang sewaktu-waktu dapat muncul kembali agar peristiwa yang dilakukan oleh PKI tidak terjadi lagi. Komunis merupakan suatu paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Paham yang tidak sesuai dengan sendi kehidupan rakyat Indonesia. Sebagai warga Indonesia kita harus memegang teguh ideologi Pancasila karena ideologi Pancasila merupakan ideologi yang tepat bagi rakyat Indonesia yang majemuk dan memiliki keberagaman. Pancasila merupakan pemersatu Bangsa Indonesia yang sudah terbukti sampai saat ini. Hadir dalam nobar, Muspika, Kades dataran Waeapo dan masyarakat.

Posted by: | Posted on: September 28, 2017

Tual Tuan Rumah TMMD ke-100

Sebanyak 200 personel pasukan terdiri TNI, Polri dan gabungan pelajar SMP, SMA dan masyarakat sipil mengikuti Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 di lapangan sepak bola Desa Lebetawi Kecamatan Pulau Dullah Utara Kota Tual, Rabu (27/09). TMMD ke-100 dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Kota Tual, Drs. Maklon Ubra M.Si. TMMD kali ini mengusung tema “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kemandirian Pangan Dan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI”. Dalam sambutan Walikota Tual yang dibacakan oleh Irup disampaikan bahwa momentum TMMD merupakan sebuah energi kepada TNI. ” Dengan TNI Manunggal Membangun Desa yang ke-100 tahun 2017 dalam pandangan saya mengandung arti dan makna yang sangat penting, karena momentum TMMD merupakan sebuah energi kepada TNI, merupakan tugas dan fungsi sebagai komponen keamanan negara dapat merajut kebersamaan dengan masyarakat mewujudkan nilai gotong-royong demi menata dan membangun masyarakat desa agar lebih baik”, ujar Walikota Tual dalam amanat yang dibacakan Drs. Maklon. TMMD banyak membawa kemudahan yang kita dapat dalam mengatasi berbagai persoalan. Walikota memberi apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan TMMD ke-100 Kodim 1503/Tual. Pada Upacara Pembukan dilanjutkan dengan penandatangan naskah serah terima pekerjaan TMMD ke-100 dari pemerintah Kota Tual yang diwakili oleh Asisten 1 Kota Tual kepada Kodim 1503/Tual langsung kepada Dandim 1503/Tual, Letkol Arh Hilarius Karnedi, selaku Dansatgas TMMD ke-100. Sasaran TMMD meliputi sasaran fisik dan non fisik. sasaran fisik meliputi pembuatan dak mesjid dan pembuatan talud jalan. Sementara itu untuk sasaran non fisik meliputi pengobatan massal, sosialisasi wawasan kebangsaan, kesehatan, pertanian, bahaya narkoba dan miras.

Posted by: | Posted on: September 27, 2017

Masyarakat Hitu Lama Dan Hitu Mesing Nobar Film G30S PKI

Gelar nonton bareng (Nobar) film G30S PKI untuk memberikan pengetahuan sejarah pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) dilakukan satuan jajaran Korem 151/Binaiya. Nonton Bareng di Desa Hitu Lama dan Hitu Messing diselenggarakan di balai Desa Hitu Lama dan di kediaman Pejabat Hitu Messing, Selasa(26/09). Penayangan film ini sangat penting bagi masyarakat karena film yang ditayangkan menceritakan tentang pemberontakan dan kekejaman PKI yang melakukan upaya kudeta disertai penculikan dan pembunuhan kepada 7 Perwira TNI. Bukan itu saja PKI juga melakukan pemberontakan dan pembunuhan kepada para ulama dan kyai. Raja Hitu Lama Bpk Salhana Pelu, S.Sos. menyambut baik kegiatan nobar ini.”Mari kita saksikan film G30S PKI yang telah lama sudah tidak diputar lagi sejak tahun 90an. Sehingga kita berterima kasih kepada pihak TNI khususnya Koramil yang telah membantu menggelar acara nobar di tempat ini”, Ujar Raja. Sementara itu Ketua Banser GP Ansor Prov.Maluku menyampaikan agar kita harus waspada terhadap komunis. “Kita sebagai generasi penerus harus menjaga Pancasila sebagai ideologi Negara, Kita jangan mau dirubah oleh paham komunis”, tambah Ketua GP Ansor. Kegiatan dihadiri Danramil 1504-05/Leihitu, Raja Negeri Hitu Lqma beserta staf, Ketua Banser GP Anshor dan anggota, Tokoh masyarakat, agama, Tokoh Pemuda, Babinkamtibmas Hitu Lama serta 750 orang warga Desa Hitu Lama dan Hitu Messing.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.