• Danrem 151/Binaiya Pimpin Upacara Awal Bulan Mei

  • Korem 151/Binaiya Laksanakan Lari Jalan

Januari, 2017

now browsing by month

 
Posted by: | Posted on: Januari 31, 2017

Korem 151/Binaiya Siap Sukseskan Program Cetak Sawah

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan, TNI AD saat ini giat membantu mewujudkan ketahanan pangan dengan melaksanakan kegiatan cetak sawah yang nantinya dapat digunakan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan untuk menanam padi di lahan sawah yang tersedia. Kegiatan cetak sawah dilakukan secara terencana untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dengan terpenuhi kebutuhan pangan. Korem 151/Binaiya sebagai komando kewilayahan yang memiliki tanggung jawab melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah Maluku mendapatkan mandat dari Kodam XVI/Pattimura untuk melaksanakan program cetak sawah di Jajaran Korem 151/Binaiya khususnya cetak sawah di wilayah Kodim 1502/Masohi dan Kodim 1506/Namlea. Dalam rapat koordinasi tentang rencana pelaksanaan cetak sawah, Jum’at (27/01) di Lobby Makorem, disampaikan bahwa keseluruhan luas lahan yang akan dicetak menjadi sawah seluas 4000 ha di lokasi yang berbeda beda. Pemilihan lokasi cetak sawah ditentukan berdasarkan hasil peninjauan dilapangan dimana lokasi cetak sawah harus ada sumber air dan terdapat kelompok petani yang akan mengolah sawah setelah lahan sawah selesai dicetak. Diharapkan unsur-unsur yang terlibat agar siap dan paham akan tugas tugas yang akan dilaksanakan pada program cetak sawah. Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf Edy Sutrisno memimpin langsung Rapat koordinasi persiapan cetak sawah. Seluruh sarana dan prasarana untuk pelaksanaan cetak sawah telah disiapkan begitu juga personel yang terlibat telah disusun sesuai dengan volume pekerjaan cetak sawah yang akan dikerjakan. Beberapa kendala yang kemungkinan dapat terjadi selama pelaksanaan kegiatan disampaikan dalam rapat dan penanganan secara teknis dilapangan benar-benar harus dapat dipahami oleh personel yang terlibat dalam kegiatan cetak sawah. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Kazidam, Katopdam, Pabandya Ster Kodam XVI/Pattimura, Dandenzipur, Para Kasi dan Pasi Korem 151/Binaiya. (Penrem 151/Binaiya)

Posted by: | Posted on: Januari 30, 2017

KEMANTAPAN PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA SEBAGAI DASAR KUAT BAGI KETAHANAN BANGSA

Bapak-bapak para pendiri Republik Indonesia melukiskan hakekat persatuan kesatuan bangsa yang sekaligus sebagai jati diri Indonesia diwujudkan dalam sebuah sesanti lambang Negara “ Bhineka Tunggal Ika “. Kalimat tersebut dipetik dari sebuah naskah kuno dalam lontar “ Sutasoma “ karya Empu Tantular. Bunyi kalimat aslinya sesuai lontar tadi ialah “ Bhineka Tunggala Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa “. Terjemahannya kedalam bahasa Indonesia berarti “ Berbeda-beda tetapi satu, tiada kebenaran yang bersifat mendua, atau ganda atau ambivalen “. Transformasi hakekat makna tersebut kedalam masalah persatuan kesatuan Indonesia, memiliki kandungan nilai dinamis dan subtantif. Secara dinamis maka persatuan dan kesatuan Indonesia adalah suatu proses sejarah dan kehidupan masyarakat yang heterogen terdiri dari beraneka macam suku, adat-istiadat, budaya dan mendiami beribu pulau dan kepulauan dalam peta geografis yang letaknya strategis. Proses tadi memakan waktu ratusan, bahkan ribuan tahun sehingga menuju kepada satu titik homogenitas ketunggalan secara politik nasional. Dalam pengertian substantive, ialah bahwa makna dan hakekat lambang Bhineka Tunggal Ika merupakan kristalisasi kultur kenusantaraan yang selanjutnya secara resultantif lahir satu bangsa dan negara baru, yaitu bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui suatu pernyataan politik dengan istilah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal, 17 Agustus 1945.
Persatuan dan Kesatuan merupakan tuntutan yang fundamental dalam suatu kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu , berbagai upaya dalam membina serta memantapkan persatuan dan kesatuan merupakan suatu hal yang mutlak dan bernilai strategis bagi kelangsungan hidup bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari 17.508 pulau, 362 suku bangsa serta berbagai adat istiadat dan agama. Dengan latar belakang kebhinekaan tersebut, disatu sisi merupakan modal yang sangat berharga bagi pelaksanaan pembangunan, disisi lain juga mengandung potensi kerawanan yang harus senantiasa dicermati. Secara moral dan politik, persatuan dan kesatuan nasional bangsa Indonesia telah diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Momentum ini merupakan awal kebangkitan bangsa Indonesia untuk mempersatukan diri dalam satu kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia. Tekad bangsa Indonesia tersebut telah melahirkan konsep wawasan nasional yang disebut dengan Wawasan Nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia yang menjadikan seluruh wilayah nusantara sebagai satu kesatuan yang utuh baik secara politik, ekonomi, sosial, budaya maupun hankam. Didalam konsep wawasan nusantara tersebut, termuat kultur politik bangsa, yang terdiri dari nilai-nilai intrinsik Pancasila dan UUD 1945, keyakinan empirik seperti yang tertuang dalam empat pokok pikiran pada pembukaan UUD 1945, lambang ekspresif bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya dan bahasa nasional Indonesia serta sesanti Bhineka Tunggal Ika. Dinamika persatuan dan kesatuan bangsa seperti uraian diatas, telah memberikan pelajaran kepada Bangsa Indonesia tentang arti penting persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Untuk itu, kita perlu senantiasa berupaya memelihara dan memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam berbagai dimensi.
Telah menjadi catatan sejarah sekaligus keyakinan bagi Bangsa Indonesia bahwa dalam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang mengancam kedaulatan dan eksistensi bangsa dan negara, maka salah satu senjata utama adalah persatuan dan kesatuan. Dari sejarah perjuangan merebut dan mengisi kemerdekaan dapat kita peroleh gambaran dan pelajaran tentang urgensi persatuan dan kesatuan dalam mewarnai dinamika kehidupan Bangsa Indonesia. Kajian historis menunjukkan bahwa, kondisi riil persatuan dan kesatuan nasional merupakan elemen dasar penunjang keberhasilan Bangsa Indonesia dalam perjuangan merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Hal ini dapat kita lihat dalam tahapan perjalanan bangsa Indonesia yang dimulai pada saat merebut kemerdekaan, masa pada saat mempertahankan kemerdekaan sampai pada saat ini. TNI sebagai alat pertahanan Negara Indonesia senantiasa berupaya memelihara dan memantapkan stabilitas disegala bidang kehidupan bangsa yang sehat dan dinamis. Satu hal yang menonjol dari sikap TNI, adalah naluri dan pengalamannya yang sangat peduli, dan antisipatif terhadap kerawanan-kerawanan yang dapat membahayakan bangsa dan negara. Memelihara dan memantapken persatuan dan kesatuan bangsa yang selama ini telah dilakukan bukannya tanpa hasil, namun TNI tidak menghendaki adanya resiko sekecil apapun terhadap kurang terpelihara dan mantapnya persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa TNI dituntut untuk dapat memantapkan serta membawa diri dalam konfigurasi kemajemukan masyarakat yang penjelmaan dari tugas ini adalah TNI berfungsi sebagai kekuatan pemersatu, penengah dan perantara (mediating and moderating force) dari segenap komponen bangsa. Menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh arus globalisasi terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa yang dapat merubah berbagai norma dan nilai kehidupan sosial, maka sangat diperlukan wawasan kebangsaan, agar jati diri dan lingkungannya yang serba berubah menjamin terwujudnya jati diri dan identitas kebangsaannya sebagai satu kesatuan yang utuh dibidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam.
. (Penrem 151/Binaiya)

Posted by: | Posted on: Januari 25, 2017

Prajurit Korem 151/Binaiya Dibekali Longmalap

Sebanyak 80 orang personil Korem 151/Binaiya, melaksanakan latihan long malap (Pertolongan Pertama Lapangan). Latihan dilaksanakan usai Apel pagi, Rabu (25/1) bertempat di lapangan Makorem 151/Binaiya dan diikuti oleh prajurit baik Perwira, Bintara maupun Tamtama Korem 151/Binaiya.
Materi latihan longmalap sangat penting diberikan kepada prajurit karena selama ini, banyak sekali ditemukan dilapangan saat kondisi darurat terjadi di sekitar kita, sering orang tidak memahami bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada saat kondisi darurat tersebut, contohnya pbila terjadi kecelakaan. Bila kita memahami bagaimana harus bertindak cepat dalam memberikan bantuan longmalap kepada korban kecelakaan maka banyak nyawa yang dapat tertolong melalui tindakan dengan teknik P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang benar. Beberapa kasus darurat yang sering terjadi dan ditemukan disekitar kita antara lain seperti, pingsan, pergeseran sendi (Disklosa), terkilir (keseleo), luka benda tumpul dan tajam, perdarahan waktu hamil, kelahiran mendadak, kebakaran, luka bakar, shock aliran listrik, tenggelam, patah tulang, gigitan dan sengatan, kejang-kejang, pada dasarnya dapat segera dilakukan tindakan cepat guna melakukan pertolongan. Oleh sebab itu perlu adanya pengetahuan bagi semua prajurit tentang teknik P3K yang baik dan benar. Dalam praktek juga dijelaskan contoh salah satu cara dalam melakukan P3K bagi Korban pingsan, langkah-langkah yang harus diambil antara lain, pertama membuka jalan napas dengan mendongakkan kepala ke belakang dan gerakkan rahang bawah ke atas, apabila napas telah berjalan dengan baik maka posisikan korban pingsan dengan cara ditidurkan telungkup dengan kepala menoleh kesamping (posisikoma), kemudian segera meminta bantuan medis terdekat. Latihan longmalap tersebut dilakukan secara berulang-ulang dan diberikan koreksi pada setiap sesi praktek dan semua anggota diwajibkan mencoba untuk memastikan bahwa prajurit mampu melaksanakannya dengan baik dan benar sesuai ketentuan. Kemahiran dan ketangkasan melaksanakan penanganan longmalap merupakan kebutuhan mutlak bagi prajurit, sehingga setiap prajurit harus mampu melaksanakannya dengan baik sehingga dapat diterapkan untuk mendukung pelaksanaan Tugas Pokok TNI baik pada tugas Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang.
Dengan kegiatan latihan longmalap bagi personil Korem 151/Binaiya diharapkan akan meningkatkan kemahiran dan ketangkasan dalam melaksanakan pertolongan pertama, sehingga mampu dan mahir dalam melaksanakan kegiatan tersebut serta dapat diaplikasikan terutama untuk membantu masyarakat. (Penrem 151/Binaiya)

Posted by: | Posted on: Januari 24, 2017

Anggota Satgas Yonif 734/SNS Ibadah Bersama Tukang Ojek

Ambon (23/01) Kemanungalan TNI-Rakyat ditunjukkan oleh anggota Satgas Yonif 734/SNS dengan melaksanakan kegiatan Ibadah Nasrani bersama tukang ojek Mangga Dua. Kegiatan Ibadah Nasrani bersama ini dilaksanakan di rumah dinas Kasrem 151/Binaiya, Letkol Inf Christian Pieter Sipahelut yang beralamatkan di Kelurahan Mangga Dua, Kec. Sirimau Kota Ambon. Kegiatan ibadah didahului dengan pengarahan dari Kasrem 151/Binaiya, dilanjutkan dengan Ibadah. Kegiatan Ibadah yang dilaksanakan selain untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan YME juga bertujuan untuk menggalang anak muda mangga dua yang berprofesi sebagai tukang ojek untuk ikut berpartisipasi dan bekerja sama menjaga keamanan di pangkalan ojek Mangga Dua sehingga dapat mencegah adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.(Penrem 151/Binaiya)

Posted by: | Posted on: Januari 24, 2017

Satgas Yonif 734/SNS Tanamkan Wawasan Kebangsaan

Ambon. Kemanunggalan TNI-Rakyat harus tetap terjaga dan terpelihara dengan baik karena TNI adalah bagian dari Rakyat, oleh sebab itu pelaksanaan pembinaan teritorial terus dilakukan karena Binter dapat membantu kesejahteraan masyarakat. Disamping itu kegiatan Binter dalam rangka mewujudkan pembangunan jiwa dan mental para generasi penerus untuk cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan semangat cinta akan tanah air akan mewujudkan mental yang baik untuk memajukan Bangsa Indonesia sehingga apa yang menjadi cita-cita kita bersama yakni menjadi Negara yang adil, makmur dan sejahtera dapat tercapai. Kegiatan Binter untuk generasi muda dalam hal ini pelajar dilakukan Satgas Pam Rahwan Yonif 734/SNS dengan melaksanakan kegiatan Binter melalui proses belajar mengajar di SD Mis Cokroaminoto di Desa Waiheru Ambon dengan memberikan wawasan tentang kedisiplinan, wawasan tentang wilayah nusantara. Menanamkan semangat kedisiplinan dan kerjasama dalam suatu tim kerja juga diajarkan kepada siswa-siswi melalui cara membuat tenda lapangan dengan cepat dan singkat. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri dengan siswa-siswi di daerah binaan dalam rangka untuk memberikan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini terlaksana oleh peran aktif Satgas Yonif 734/SNS dalam melaksanakan program pembinaan Teritorial.(Penrem 151/Binaiya)

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.